Showing posts with label pada. Show all posts
Showing posts with label pada. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

TIPS MENGECILKAN PORI PORI PADA WAJAH

Sebenarnya lubang pori-pori pada wajah adalah dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun dengan bertambahnya usia, lubang pori-pori pada wajah cenderung menjadi lebih besar.

PENYEBAB :


Kulit wajah tidak terjaga kebersihannya.


Penyumbatan pori-pori akibat kotoran atau kosmetik.


Pemakaian kosmetik yang tidak sesuai.


Faktor genetik.

MENCUCI WAJAH DI RUMAH :

Step 1.

Cuci muka anda dengan pembersih muka "Foaming Cleanser”. Kemudian keringkan.

Step 2.

Ambil scrub untuk seimbangkan kulit secara sempurna dan untuk membuang sel-sel kulit mati. Tidak perlu penambahan air, gosokkan perlahan ke suluruh permukaan kulit wajah, hindari kawasan mata dan sekitar bibir…gosokkan perlahan, dengan arah memutar sambil di urut lembut. Basuh dengan air suam.keringkan.

Step 3.


Langkah seterusnya "massage" seluruh permukaan wajah menggunakan “Facial Oil Capsul”, oil ini berguna untuk memperlambat proses penuaan dan membantu mengurangi garis-garis halus. Lakukan massage seluruh wajah, dalam hal ini boleh lakukan lebih lama, agar kulit wajah anda menjadi lebh relax. Biarkan Facial oil ini menyerap sempurna di wajah. Dan jangan di bilas.

Step 4.

Kemudian ambil besen, isikan dengan air panas. Halakan muka di atas besen iaitu wap air panas sedang keluar. Selubungkan kepala, muka dan besen dengan tuala supaya keseluruhan muka terkena wap. Lakukan selama 10 minit.

Step 5.

Selesai wapkan wajah anda, lap wajah dengan tissue kering. Selepas itu pakai toner.

Step 6.

Pakai masker yang sesuai.

Step 7.

Selesai menggunakan masker, bilas wajah dengan air, kemudian keringkan selanjutnya gunakan day cream atau sunblock, krim yang menjaga dan memperindah tekstur kulit wajah supaya tidak secara direct kena kepada cahaya matahari.

NOTA :

Pakai masker, scrub dan wapkan wajah seminggu sekali.







 

Monday, December 16, 2013

Ditemukan Molekul Ajaib pada Susu dan Bir

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan suatu molekul ajaib tersembunyi di beberapa jenis makanan yang dapat membuat sesorang lebih kuat, ramping dan sehat.

Molekul tersembunyi yang ditemukan dalam susu dan juga mungkin ada dalam bir serta beberapa makanan ini tidak memiliki efek samping, dan diklaim bisa memperpanjang usia harapan hidup.

Foto: shutterstock

Permasalahannya adalah bahwa molekul yang disebut nikotinamide riboside (NR) tersebut sangat kecil, sulit untuk ditemukan dan sangat mahal untuk mensintesiskannya.

Kepala Ecole Polytechnique Federale Lausanne Swiss, Johnan Auwerx, mengatakan penemuan molekul tersebut diperoleh setelah peneliti melakukan serangkaian percobaan pada tikus.

"Temuan ini sangat mengesankan. Nikotinamida riboside (NR) tampaknya berperan dalam mencegah obesitas," kata Auwerx.

Bekerjasama dengan Weill Cornell Medical College di New York, Auwerx dan timnya menemukan, tikus yang diberi diet tinggi lemak dan asupan NR mengalami penambahan berat badan lebih sedikit (60 persen) ketimbang tikus yang mengonsumsi makanan yang sama namun tidak diberikan suplemen NR.

Bahkan, pada tikus yang diberi NR tidak ditemukan adanya indikasi penyakit yang mengarah ke perkembangan diabetes, tidak seperti tikus yang tidak diberi NR.

Tikus yang diberi suplemen makan NR selama sepuluh minggu memiliki kinerja daya tahan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Mereka juga dalam kondisi yang lebih baik, dan ini dikonfirmasi oleh pengamatan dari serat otot mereka di bawah mikroskop.

Peneliti mengatakan, molekul ajaib ini bekerja di dalam sel dengan meningkatkan metabolisme, seperti resveratrol, yang ditemukan dalam anggur. Tidak ada efek samping yang ditemukan selama percobaan dilakukan.

"Tampak bahwa sel-sel pada tubuh menggunakan NR sejauhmana yang mereka perlukan, dan sisanya disisihkan tanpa berubah menjadi bentuk apapun yang tidak berpotensi merusak," kata peneliti, Carles Canto.

Para peneliti percaya, peningkatan molekul NR memengaruhi peningkatan fungsi mitokondria, bagian dari sel yang memasok energi. Mitokondria dianggap berperan dalam proses penuaan.

Diharapkan bahwa dengan merangsang fungsi mitokondria lewat molekul NR, para ilmuwan melihat adanya peningkatan usia harapan hidup yang lebih panjang serta perbaikan kesehatan lainnya.

"Tetapi molekul ini sulit untuk direproduksi dan sangat kecil. Saat ini, kita bahkan tidak bisa mengukur konsentrasinya dalam susu, jadi tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak Anda harus minum untuk dapat mengamati efeknya, " sambung Auwerx.

Kedepan, penelitian ini akan dilanjutkan dengan melakukan pengujian molekul pada manusia.

Sumber :
kompas.com