Showing posts with label penyakit. Show all posts
Showing posts with label penyakit. Show all posts

Sunday, December 8, 2013

Macam Macam Penyakit Lupus Apa Itu Lupus

Penyakit LupusDi artikel ini saya akan membahas jenis-jenis penyakit lupus. Tapi sebelumnya mari kita bahas sedikit tentang apa itu penyakit lupus? Lupus adalah sejenis penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis dan serangan terhadap jaringan dan organ tubuh. Hal ini juga dapat dianggap sebagai jenis penyakit arthritis.

Gejala penyakit lupus bervariasi pada setiap orang. Namun, penyakit ini memiliki tanda dan gejala umum seperti sering kelahan, demam, nyeri sendi, dan kaku. Berikutnya terdapat ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, kebingungan, dan lesi kulit yang memburuk saat terkena sinar matahari.

Dan berikut ini beberapa jenis penyakit lupus seperti dikutip Gen22 dari laman SymptomFind:

1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Lupus jenis ini eritematosus sistemik adalah bentuk paling umum dari lupus. SLE memengaruhi beberapa organ tubuh sekaligus, dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan menyebabkan peradangan. Sedangkan penyebabnya belum diketahui sampai sekarang. Lupus jenis ini diyakini memiliki faktor genetik, faktor lingkungan, dan hormonal. SLE juga mendominasi sekitar 70 persen dari semua kasus lupus di dunia.

2. Drug-Induced Lupus Erythematosus

Bentuk lupus ini, sesuai dengan namanya, dipicu oleh obat-obatan tertentu. Tanda-tanda dan gejala yang khas lupus ini termasuk nyeri sendi, nyeri otot, dan demam. Bagaimanapun, lupus jenis ini memengaruhi tubuh secara sistemik, sehingga organ-organ lain tidak terpengaruh.

Lupus ini dipicu sebagian besarnya karena kondisi kronis penyakit lainnya. Misalnya seseorang suka menderita kejang, rheumatoid arthritis, TBC, detak jantung yang tidak teratur, dan tekanan darah tinggi. Setelah pemakaian obat dihentikan, gejala lupus biasanya akan hilang dalam waktu enam bulan. Perlu dicatat bahwa lupus yang bergantung pada obat-obat tertentu ini tidak akan menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi terkena lupus.

3. Childhood Lupus

Bentuk lupus ini umumnya memengaruhi anak-anak dalam cara yang sama seperti lupus yang mempengaruhi orang dewasa. Hal ini dapat lebih spesifik pada anak-anak, namun, lupus pada anak lebih berdampak serius memengaruhi ginjal dibandingkan organ lain.

Lupus childhood juga terjadi dan berkembang lebih sering daripada lupus dewasa. Tanda dan gejalanya sama dengan SLE. Lupus jenis ini lebih sulit diobati. Dokter sering kali mengingatkan risiko lupus ini bisa diderita sang anak dalam jangka panjang, apalagi jika si anak menjalani terapi dan obat-obatan. Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping yang dapat memengaruhi anak di kemudian hari.

Lupus bisa menjadi penyakit melemahkan yang dapat menurunkan kualitas kesehatan individu secara drastis. Meskipun tidak ada pengobatan definitif saat ini atau obat, namun lupus dapat dikelola secara efektif untuk mengurangi efek memburuknya.

Karena tanda-tanda dan gejala untuk lupus bisa mirip dengan penyakit lain, ada baiknya anda mencari orang yang mengerti tentang penyakit ini. Tujuannya, untuk menghindari kesalahan diagnosis. Jika Anda mencurigai diri anda memiliki lupus atau mengalami gejalanya, pastikan memeriksakan kesehatan anda kepada dokter profesional.

4. Neonatal Lupus Erythematosus (NLE)

Ini adalah suatu bentuk lupus yang paling jarang terjadi. Lupus jenis ini berpotensi memengaruhi bayi yang lahir dari ibu yang menderita lupus. Ini terjadi ketika antibodi lupus ibu bereaksi atas bayi dalam kandungan. Sehingga setelah lahir, bayi dapat memiliki ruam kulit, tingkat sel darah putih yang rendah, dan masalah hati.

Dalam kebanyakan kasus, bayi yang terkena lupus jenis ini akan pulih pada akhirnya. Ini artinya, efeknya tidak seumur hidup. Dalam beberapa kasus, NLE dapat menyebabkan cacat jantung. Bayi anda mungkin memerlukan alat pacu jantung semasa hidupnya. Anda sebaiknya membicarakan dengan dokter anda tentang lupus jenis ini.

5. Cutaneous Lupus Erythematosus (CLE)

Jenis lupus ini terbatas pada penampakan kulit, tetapi juga dapat terjadi bersama dengan lupus jenis SLE. Gejala lupus terbatas pada kulit berupa ruam, lesi, kehilangan rambut, pembuluh darah melebar (sehingga mereka dapat dilihat melalui kulit), bisul, dan kepekaan terhadap matahari. Ada tiga jenis CLE.

Pertama, subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE). Jenis lupus ini menyebabkan 10 persen dari kesleuruhan lupus CLE. Sebanyak 50 persen dari individu yang terkena SCLE akhirnya berkembang menjadi lupus jenis SLE. Meskipun ada lesi kulit terkait dengan SCLE, lesi tersebut biasanya tidak meninggalkan bekas.

Kedua, discoid cutaneous lupus erythematosus atau DLE. Bentuk kulit ditandai dengan warna merah, ruam kulit semakin jelas dan akhirnya menjadi bersisik atau berubah menjadi warna coklat tua. Mereka yang menderita DLE sebagian besarnya ruam ini muncul di wajah dan kulit kepal. Lesi juga bisa muncul sebagai bentuk luka di mulut atau hidung, dan dapat meninggalkan bekas luka. Saat ini, tidak ada korelasi apakah DLE dapat menyebabkan SLE di kemudian hari.

Ketiga, tumid lupus. Lupus jenis ini menyebabkan pembengkakan pada kulit. Individu yang terkena tumid lupus biasanya badannya membengkak, misalnya saat terkena sinar matahari. Pada tubuhnya kemudian terdapat plak.

Oke, itu dia penjelasan mengenai jenis penyakit lupus. Tunggu artikel selanjutnya mengenai penyebab, gejala dan pengobatan penyakit lupus.

Saturday, October 26, 2013

Tips Puasa Ramadahan bagi Penderita Penyakit Jantung

Tips Sehat Puasa Ramadahan bagi Penderita Penyakit Jantung. Menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh.

Meskipun demikian, agama islam juga memperbolehkan orang-orang yang tidak mengerjakan puasa ramadhan, dan bahkan orang yang dilarang berpuasa ramadhan (Pelajari : Pengertian dan Hukum Puasa Ramadhan.

Nah... bagi Anda yang mengalami penyakit jantung, berikut ini SoogLo Media akan sedikit berbagi Tips Sehat Puasa Ramadhan bagi Penderita Penyakit Jantung 

Sebagaimana dituturkan oleh ahli jantung, Dr Muhammad Munawar, mereka yang menderita penyakit jantung, baik gangguan pada jantung maupun pembuluhnya, memang berisiko kematian.


Namun, dengan pengobatan, terapi, dan tindakan tertentu yang tepat, seorang pasien jantung bisa saja terbebas dari penyakitnya asalkan tekun dalam menjalani terapi dan berolahraga.

Pada bulan Ramadhan, dokter Muhammad menyarankan para pasien penyakit jantung bisa saja mengikuti puasa dengan tanpa masalah. Mereka bisa menjalani ibadah dengan normal seperti biasa, tentu tetap memperhatikan pengobatan yang dijalaninya. “Tak ada masalah bagi penderita penyakit jantung untuk menjalani ibadah puasa,” katanya


Pada bulan suci ini, kegiatan ibadah juga semakin meningkat. Menurut dia, tak ada perlakuan khusus bagi mereka yang mengalami penyakit jantung dalam meningkatkan aktivitas ibadah mereka pada bulan Ramadhan. “Aktivitas itu malah membantu mereka sebagai bagian dari exercise (olahraga).”

Untuk menjalankan ibadah puasa, kata Munawar, para pasien penyakit jantung tak perlu melakukan sesuatu yang khusus. Bila pasien itu diwajibkan menjalani pengobatan dengan oral (obat minum), obat itulah yang harus tetap diminum secara rutin dan tak ditinggalkan selama berpuasa.

“Pasien penyakit jantung jarang diberikan obat, hanya beberapa kasus, seperti gagal jantung. Namun, ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh oleh pasien untuk obatnya. Ini bisa dikonsultasikan kepada dokternya,” jelas Munawar.

Pilihan-pilihan yang dimaksud pakar aritmia ini adalah meminta dokter untuk memberikan obat yang rutinitas meminumnya dikurangi. Misalnya, pasien diberikan obat yang rutin diminum tiga kali sehari. Khusus dalam bulan puasa, pasien bisa meminta agar dokter memberikan obat yang rutinitas meminumnya hanya sekali sehari.

“Namun, kalau pasiennya mendapatkan obat yang tiga kali sehari, dia bisa mengatur waktu minumnya yang tidak mengganggu jadwal berpuasa.”

Itulah tips puasa ramadhan khususnya untuk mereka penderita jantung , semoga bermanfaat. Dan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amien